Sinopsis Miss Replay Serial Drama Korea Episose 11-13
- Wednesday, January 11, 2012, 6:52
- Selebritis
- 88 views
- Add a comment
Mi Ri dipojokkan oleh Lady Lee Hwa, ibu tiri Yoo Hyeon. Meski secara tidak langsung, Lee Hwa meminta Mi Ri untuk mundur. Lee Hwa menyampaikan bahwa semua tentang latar belakang Jang Mi Ri sudah dia ketahui
Mi Ri tidak bergeming dan cenderung tidak mau menuruti keinginan Lee Hwa. Setelah Lee Hwa menyatakan bahwa dia pun tahu tentang hubungan Mi Ri dengan Myeong Hoon, Mi Ri sangat terkejut.
Tahu ibunya telah menemui Mi Ri, Yoo Hyeon segera pulang ke rumah dan protes. Lee Hwa tetap pada pendiriannya. Lee Hwa beralasan bahwa pendamping hidup yang tepat untuk Yoo Hyeon adalah wanita yang sederajat dan mempunyai latar belakang yang
Yoo Hyeon malah menanggapi bahwa posisi Mi Ri sama dengan posisi Lee Hwa saat bertemu dengan ayahnya dulu. Lee Hwa seolah membisu, tidak mampu membalas perkataan Yoo Hyeon. Yoo Hyeon meminta Lee Hwa untuk memahami dan menerima Mi Ri.
Demi terhindar dari kekacauan, Myeong Hoon memutuskan untuk memberesekan semua hal yang terkait dengan Mi Ri. Pertama yang dilakukan adalah membatalkan kontrak mengisi kuliah khusus bidang perhotelan.
Tahu belakangan atas pembatalan tersebut, Mi Ri mencoba konfirmasi langsung kepada Myeong Hoon. Ternyata memang benar. Myeong Hoon mengatakan bahwa dia telah tahu semua tentang Mi Ri yang sebenarnya. Myeong Hoon meminta maaf karena menurutnya dialah yang menyebabkan Mi Ri menjadi seperti itu.
Myeong Hoon menambahkan bahwa dia akan bertanggung jawab. Caranya, mengembalikan Mi Ri ke sedia kala. Myeong Hoon meminta Mi Ri untuk menghentikan langkahnya. Cukuplah Myeong Hoon saja yang terluka atas kepalsuan-kepalsuan Mi Ri.
Ibu Myeong Hoon merasa sangat kasihan dengan anaknya yang kembali mengalami kegagalan dalam cinta. Tanpa berpikir panjang, ibu Myeong Hoon berinisiatif sendiri untuk meminta bertemu dengan Mi Ri dan meminta penjelasan.
Awalnya ibu Myeong Hoon memaklumi putusnya hubungan antara Mi Ri dan anaknya. Namun setelah Mi Ri menyatakan ketulusannya terhadap Myeong Hoon, ibu Myeong Hoon seolah mendapat secercah harapan.
Ibu Myeong Hoon meminta Mi Ri untuk memberi satu kesempatan lagi untuk anaknya. Dengan penuh rasa hormat dan takzim, Mi Ri menyatakan hal itu tidak mungkin terjadi karena di hatinya sudah ada orang lain. Mi Ri meminta ibu Myeong Hoon untuk memahaminya.
Betapa cintanya ibu Myeong Hoon kepada anaknya, membuat dia sedikit agak memaksa Mi Ri. Mi Ri menjadi tidak nyaman. Mi Ri segera berpamitan karena takut hatinya luluh. Ternyata di saat yang bersamaan Yoo Hyeon lewat dan melihat mereka.
Malang
ya, setelah Mi Ri pergi ibu Myeong Hoon yang memang sedang tidak sehat jatuh pingsan. Yoo Hyeon yang masih belum beranjak segera menolong ibu Yoo Hyeon dan membawanya ke rumah sakit.
ya, setelah Mi Ri pergi ibu Myeong Hoon yang memang sedang tidak sehat jatuh pingsan. Yoo Hyeon yang masih belum beranjak segera menolong ibu Yoo Hyeon dan membawanya ke rumah sakit.Sampai saat itu, Yoo Hyeon belum mengenal bahwa wanita tua yang dilihat seperti sedang memohon kepada Mi Ri tersebut adalah ibu kandung rekan kerjanya, Myeong Hoon.
Keesokan harinya, Lee Hwa mengundang Mi Ri untuk makan bersama keluarga. Baik Yoo Hyeon maupun ayahnya merasa terkejut tapi senang. Bagi mereka, ini merupakan tanda bahwa Lee Hwa telah menerima Mi Ri sebagai calon menantunya.
Ternyata ada tamu khusus yang diundang oleh Lee Hwa pada acara makan tersebut. Lee Hwa meminta Yoo Hyeon dan Mi Ri untuk tidak terkejut. Tidak lama, tamu yang dimaksud pun tiba. Tidak lain dan tidak bukan, dia adalah Jang Myeong Hoon.
Lee Hwa mulai menjalankan misinya. Begitu duduk, Lee Hwa langsung mempertanyakan calon pendamping Myeong Hoon. Yoo Hyeon dan ayahnya yang belum tahu apa-apa, ikut tertarik dan ikut bertanya-tanya lebih dalam.
Myeong Hoon bukanlah orang yang suka basa-basi. Myeong Hoon menjawab pertanyaan-pertanyaan tuan rumah apa adanya. Myeong Hoon menerangkan bahwa kisah cintanya telah berakhir. Alasannya, si wanita mencari sesuatu yang lebih yang tidak mampu Myeong Hoon penuhi. Bisa dibayangkan, betapa terpojoknya Mi Ri saat itu. Lee Hwa tersenyum puas. Mencoba mengalihkan topik pembicaraan, Mi Ri menawarkan satu gelas wine kepada ayah Yoo Hyeon.
Secara tiba-tiba, ayah Yoo Hyeon yang sudah mulai sakit-sakitan, terbatuk-batuk. Mau tidak mau, ayah Yoo Hyeon dibawa ke kamar untuk istirahat. Lee Hwa dan Yoo Hyeon memapah ayah Yoo Hyeon ke kamar. Jadilah tinggal Mi Ri dan Myeong Hoon berdua saja di ruang makan.
Kesempatan itu digunakan Mi Ri untuk memprotes tindakan Myeong Hoon dan mencertikan perihal ibu Myeong Hoon yang datang menemuinya. Myeong Hoon justru meminta maaf telah mencintai Mi Ri dan membuatnya seperti itu dan juga meminta maaf atas tindakan ibunya.
Tanpa disadari, percakapan mereka terdengar oleh Yoo Hyeon yang lekas kembali setelah memapah ayahnya ke kamar. Lee Hwa yang datang untuk kroscek pun merasa semakin puas. Misi Lee Hwa berhasil!
Kabar meninggalnya ibu Myeong Hoon mengejutkan banyak orang. Yoo Hyeon datang untuk meyampaikan bela sungkawa. Saat meletakkan bunga di altar, terlihat foto ibu Myeong Hoon. Yoo Hyeon segera teringat dan mengetahui bahwa wanita tua yang waktu itu dia lihat bersama Mi Ri sempat dia tolong ternyata adalah ibu Myeong Hoon.
Yoo Hyeon dan Myeong Hoon mengobrol di bagian lain gedung tempat persemayaman jenazah ibu Myeong Hoon. Tentunya Yoo Hyeon mengerti betul bahwa saat seperti itu merupakan saat yang tidak tepat untuk memberitahu Myeong Hoon perihal pertemuan ibu Myeong Hoon dengan Mi Ri sehari sebelumnya.
Yoo Hyeon lebih memilih untuk menceritakan pengalaman ditinggal pergi oleh ibunya. Saat itu Yoo Hyeon berusia 9 tahun. Yoo Hyeon kecil belum tahu apa artinya ditinggal pergi (meninggal) oleh seseorang. Yoo Hyeon kecil menganggap ibunya pergi untuk kembali. Pergi ke tempat jauh yang bernama surga lalu akan kembali lagi. Karenanya saat itu di depan peti jenazah ibunya, Yoo Hyeon kecil mengucapkan ‘pergi dan cepat kembali ya, Bu’. Keesokan harinya, Yoo Hyeon kecil menangis kehilangan dan minta diantar ke tempat ibunya berada.
Yoo Hyeon memberi kesimpulan bahwa Myeong Hoon lebih beruntung darinya. Yoo Hyeon bersama ibunya hanya sampai dia berusia 9 tahun. Sementara Myeong Hoon bersama ibunya lebih dari 30 tahun. Itulah mengapa Yoo Hyeon menganggap Myeong Hoon jauh lebih beruntung.
Mendengar cerita Yoo Hyeon, rasa kehilangan Myeong Hoon jauh lebih ringan. Myeong Hoon pun mengucapkan terima kasih kepada Yoo Hyeon. Mereka memang sudah seperti kakak dan adik yang saling memberi perhatian satu sama lain.
Yoo Hyeon mengajak Mi Ri untuk bertemu. Yoo Hyeon sebetulnya ingin secara langsung mengutarakan segala tanda tanya tentang Mi Ri. Yoo Hyeon ingin Mi Ri menjelaskannya satu per satu.
Rupanya Yoo Hyeon tidak setega itu. Yoo Hyeon hanya mempertanyakan beberapa hal saja. Mi Ri menjadi bingung sekaligus khawatir. Pada akhirnya Yoo Hyeon hanya menyampaikan bahwa untuk beberapa waktu ke depan dirinya tidak bisa menemui Mi Ri.
Hee Joo sudah sangat lelah berhadapan dengan Mi Ri. Hee Joo berkata dengan jujur bahwa dirinya tidak bisa lagi tinggal bersama dengan Mi Ri. Bukannya meminta maaf atau semacamnya, Mi Ri malah protes dan meminta waktu hingga hari pernikahannya dengan Yoo Hyeon berlangsung.
Keputusan Hee Joo sudah bulat. Dia akan pergi ke luar negeri untuk kuliah lagi. Hee Joo juga berharap hubungannya dengan Mi Ri sudah berakhir sejak saat itu. Perihal rumah, Hee Joo menyampaikan bahwa Mi Ri masih bisa untuk menempatinya hingga musim gugur.
Di kesempatan lain, Yoo Hyeon dan Myeong Hoon bertemu. Mereka membicarakan tentang Mi Ri. Di awali oleh Yoo Hyeon yang menyatakan bahwa dia melihat ibu Myeong Hoon bersama Mi Ri sehari sebelum meninggal. Secara langsung, Yoo Hyeon meminta penjelasan tentang hubungan Myeong Hoon dan Mi Ri.
Myeong Hoon memberi penjelasan apa adanya. Myeong Hoon memang menyukai Mi Ri. Begitu pun sebaliknya. Bahkan Mi Ri sempat datang menjenguk ibunya di rumah sakit. Itulah mengapa ibunya juga mengenal Mi Ri.
Myeong Hoon juga mengutarakan alasannya menyukai Mi Ri. Myeong Hoon merasa Mi Ri mirip dengannya saat berusia 20 tahun. Saat itu ayah Myeong Hoon meninggal dengan meninggalkan banyak hutang. Akibatnya rumah keluarganya disita. Sejak saat itu, Myeong Hoon merasa terbebani tanggung jawab yang besar setiap dia bangun tidur. Myeong Hoon memang anak pertama sekaligus satu-satunya laki-laki dalam keluarganya.
Bagi Myeong Hoon, jalan hidup Mi Ri tidak jauh berbeda dengannya dulu. Karenanya Myeong Hoon berkeinginan membantu Mi Ri untuk bangkit dan melakukan hal-hal yang dulu tidak bisa dia lakukan. Dari situ, Myeong Hoon merasa apa yang ingin dicapai oleh Mi Ri juga merupakan apa yang ingin dicapai olehnya.
Dari salah seorang staf, Mi Ri tahu bahwa Hirayama datang menyampaikan belasungkawa kepada Myeong Hoon sambil mengembalikan uang yang dulu diterimanya sebagai pelunasan hutang Mi Ri.
Betapa paniknya Mi Ri. Tanpa mengulur waktu, Mi Ri segera menemui Hirayama. Mi Ri mempertanyakan alasan. Jawaban Hirayama menyiratkan bahwa dia hanya ingin Mi Ri kembali kepadanya, bukan uang.
Sambil bersimpuh, Mi Ri memohon kepada Hirayama untuk tidak menceritakan apapun kepada Yoo Hyeon karena Mi Ri sangat mencintai Yoo Hyeon. Sebagai gantinya dia akan melakukan apapun yang diminta, termasuk kembali bekerja pada Hirayama.
Sebelum Hirayama menjawab, ada jemputan paksa yang datang. Ternyata mereka adalah orang-orang suruhan Yoo Hyeon. Hirayama dibawa ke tempat di mana Yoo Hyeon telah menunggu.
Hirayama berhasil dipertemukan dengan Yoo Hyeon. Tanpa basa-basi, Yoo Hyeon langsung menanyai Hirayama perihal Mi Ri. Tanpa basa-basi juga, Hirayama menceritakan semua hal tentang Mi Ri.
Mi Ri tahu bahwa Hirayama akan dipertemukan dengan Yoo Hyeon karena salah satu orang yang membawa Hirayama adalah orang Yoo Hyeon yang Mi Ri kenal. Mi Ri mengikuti ke mana Hirayama di bawa.
Sayangnya, Mi Ri terlambat. Sesampainya di tempat Mi Ri hanya bisa menunggu di depan lobi karena memang Yoo Hyeon memerintahkan untuk tidak membiarkan orang lain masuk.
Mi Ri tidak putus asa. Mi Ri menelepon Hirayama. Mi Ri meminta Hirayama untuk tidak berbicara yang bukan-bukan di depan Yoo Hyeon. Namun Hirayama malah mempergunakan momen tersebut untuk menunjukka seperti apa hubungannya dengan Mi Ri. Yoo Hyeon hanya diam.
Melihat Hirayama sudah turun, Mi Ri langsung menghampirinya. Mi Ri menanyai apa yang sudah dikatakan Hirayama di depan Yoo Hyeon. Hirayama hanya menjelaskan bahwa Yoo Hyeon sangat kecewa terhadap Mi Ri. Hirayama juga menasihati Mi Ri untuk berhenti dan menyelesaikan semuanya.
Setelah malam itu, Yoo Hyeon sulit dihubungi. Padahal Mi Ri harus menjelaskan sesuatu. Keadaan ini membuat Mi Ri bingung. Akhirnya Mi Ri memutuskan untuk menemui ayah Yoo Hyeon. Di sana Mi Ri bertemu dengan Lee Hwa.
Setelah malam itu, Yoo Hyeon sulit dihubungi. Padahal Mi Ri harus menjelaskan sesuatu. Keadaan ini membuat Mi Ri bingung. Akhirnya Mi Ri memutuskan untuk menemui ayah Yoo Hyeon. Di sana Mi Ri bertemu dengan Lee Hwa.
Lee Hwa mengajak Mi Ri berbicara berdua. Apalagi selain untuk membujuk Mi Ri untuk mundur. Secara terang-terangan Lee Hwa mengorek sifat materialis Mi Ri. Mi Ri pun secara jujur mengakuinya. Tapi Mi Ri berkilah bahwa perasaannya yang sekarang sudah benar-benar tulus.
Tentu Lee Hwa tidak begitu saja percaya. Lee Hwa tetap meminta Mi Ri untuk menyerah. Bahkan Lee Hwa menawarkan imbalan berharga bagi Mi Ri jika dia mau menyerah. Apapun yang diinginkan Mi Ri, Lee Hwa bersedia memenuhinya asalkan Mi Ri mau menyerah.
Sepak terjang Hirayama benar-benar membuat Mi Ri terpojok meski pada dasarnya tujuan Hirayama adalah menolong. Kali ini Hirayama menemui Lee Hwa atas kehendaknya sendiri. Hirayama memperingatkan Lee Hwa untuk tidak mencelekai Mi Ri.
Lee Hwa malah bertambah sinis dan menjelek-jelekkan Mi Ri di depan Hirayama. Menurut Lee Hwa, Mi Ri adalah salah satu orang yang tidak mungkin bisa melewati batasan status sebagai orang biasa.
Tags:
Related posts:
About the Author
Berikan Komentar Anda




